Lisensi Creative Commons: jembatan literasi ilmu pengetahuan

Pembatasan akses hak cipta atas kekayaan intelektual masih menjadi kendala diseminasi ilmu pengetahuan dewasa ini. Setiap karya cipta berlisensi “All Rights Reserved” menjadi sulit diakses dan disebarkan secara bebas kepada setiap orang. Secara tidak langsung, visibilitas karya tersebut menjadi terbatas pula. Untuk itu, dunia modern saat ini membutuhkan jembatan pengubung. Jembatan yang mewadahi pencipta sebagai pemegang hak cipta dan masyarakat umum sebagai pengguna karya cipta yang saling menguntungkan. Pencipta mendapatkan keuntungan tanpa mengurangi haknya sementara pengguna bisa menikmati karya cipta tanpa melanggar hak pencipta.

Untuk itu, inisiatif Creative Commons (selanjutnya diaingkat CC) hadir untuk mewujudkan hal di atas. CC hadir dengan menawarkan pemakaian lisensi pada karya cipta tanpa merugikan pihak mana pun terutama pemilik karya cipta. CC hadir dengan memperkenalkan 6 tipe lisensi yang dapat diterapkan pencipta pada karya ciptanya sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai contoh, tipe lisense CC Attribusi adalah lisensi yang menjadikan sebuah karya dapat disebarluaskan dengan syarat memberi atribusi kepada pemilik karya cipta. Contoh konkritnya adalah buku referensi. Dengan melisensikan CC-BY, penulis buku tidak perlu lagi berurusan langsung dengan siapa saja yang hendak mensitasi karyanya sebagaimana lisensiĀ All Rights Reserved (perlu ijin dari penulis langsung) yang kita kenal selama ini. Dengan lisensi CC-BY, buku tersebut semakin tinggi visibilitasnya karena orang-orang tidak akan merasa ragu mengutip tanpa izin dari penulisnya. Implikasinta, faktor dampak suatu karya dapat meningkat seiring terbuka dan mudahnya akses terhadap buku tersebut. Dan yang paling penting lagi adalah hal ini tidak melanggar hukum.

Dengan kemudahan ini, diseminasi ilmu pengetahuan menjadi maksimal yan berimplikasi pada meningkatnya literasi masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain CC-BY, masih ada lima tipe lisensi CC lagi. Selanjutnya akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.