OJS Versi 3.1.2-1

Mei 2019, PKP merilis OJS terbaru versi 3.1.2-1. Sejumlah fitur pembaruan dan perbaikan bug. Fitur baru yang ditambahkan seperti dukungan html untuk menampilkan artikel dalam format html, pemberitahuan gagal kirim email bagi penulis, dukungan author name multilingual, dan masih banyak lagi.

Fitur yang akan dibahas kali ini adalah multilingual author name. Rilis OJS sebeumnya tidak mendukung akibatnya format penulisan nama penulis wajib mengisi nama depan dan nama belakang. Sementara, sejumlah negara penamaan author hanya mengandung satu kata untuk nama. Tanpa ada jalan lain, penulis yang hanya memiliki nama dengan satu kata akan menginput nama depan dan nama belakang dengan nama yang sama. Indonesia termasuk negara yang penulis-penulisnya banyak yang memiliki nama yang hanya terdiri dari satu kata.

Apa sih dampak yang ditimbulkan dengan aplikasi OJS (sebelumnya) yang tiadk mendukung multilingual author name? Saya bisa menyebutkan satu di antaranya sebagamana telah saya alami. Saya memiliki nama dengan satu kata memiliki masalah dengan sitasi tulisan yang telah terpublikasi. Salah satu tulisan saya, dengan melakukan penelusuran di google, telah disitasi oleh 4 artikel, misalnya sitasi satu dan dua yang juga telah terpublikasi baik di jurnal maupun di repositori institusi. Masalah yang muncul adalah jumlah sitasi pada profil Google Scholar saya tidak terdeteksi. Otomatis, jumlah sitasi yang tampil di halaman profil tetap nol padahal pada faktanya sudah disitasi oleh empat tulisan.

Mengapa hal ini terjadi? Ini karena penulisan referensi pada artikel/tulisan yang mensitasi tulisan saya memiliki metadata nama penulis yang berbeda dengan apa yang ada di aplikasi OJS. Akibatnya, Google Scholar tidak dapat mengidentifikasi sitasi tersebut.

Berbeda dengan OJS sebelumnya, versi terbaru ini (3.1.2-1) telah mendukung metadata penulis yang memiliki nama hanya satu kata. Pada versi terbaru ini, formulir isian nama penulis tidak wajib lagi mengisi kolom nama belakang karena hanya bersifat pilihan saja. Penulis dengan nama satu kata cukup mengisi kolom nama depan saja. Sehingga, apabila satu tulisan mensitasi artikel seorang penulis dengan nama satu kata, Google Scholar dapat mengidentifikasi sitasi kepada tulisan tersebut.

Penulis menyarankan kepada pengelola jurnal yang menggunakan aplikasi OJS untuk mempertimbangkan melakukan upgrade ke versi OJS terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.